READ ME 1ST~


PicsArt_1369835599460

Kepada seluruh pengunjung dan readers ISLAND OF FANFICTION, diberitahukan bahwa :

  • Sebelum menjelajahi ISLAND OF FANFICTION, baca READ ME 1st terlebih dahulu
  • WAJIB meninggalkan komentar (yang panjang, yaa?) atau like di ISLAND OF FANFICTION
  • ISLAND OF FANFICTION BUKANlah tempat untuk BASHING
  • DILARANG KERAS melakukan PLAGIAT fanfiction atau postingan lainnya
  •  Bagi yang fanfiction-nya ingin di-publish di blog ini, tetapi tidak bersedia menjadi author tetap, silakan masuk ke page AUTHOR FREELANCE
  • Bagi yang berminat untuk menjadi author tetap di ISLAND OF FANFICTION, silakan masuk ke page DAFTAR AUTHOR
  • Bagi yang ingin menyampaikan kritik atau saran untuk ISLAND OF FANFICTION atau ingin berkomunikasi dengan admin dan author, silakan masuk ke page COMMENT BOX

Sementara bagi para author, diberitahukan bahwa :

  • Setelah diundang, WAJIB untuk mem-publish 1 fanfiction
  • DILARANG KERAS untuk publish fanfiction hasil PLAGIAT
  • Author mem-publish minimal 1 fanfiction per bulan
  • Apabila author memutuskan untuk mengambil hiatus, mohon untuk mengkonfirmasikannya pada admin. Author hanya diberi batasan 3 bulan untuk hiatus
  • WAJIB MEMBALAS SETIAP KOMENTAR yang ditujukan untuk fanfiction-nya dan dirinya

Sekian dari kami

with love and peace,

All of Admin ^^

The Last Snowman


Gambar

Tittle: The Last Snowman
Length: oneshoot
Genre: romance, sad
Main Cast: Taeyeon, Luhan
Rating: Teens
Disclaimer: Anyyeong readers-readers yang kece badai, disini author Lee Sinhyo bawa FF oneshoot baru, yang gak kalah abstrak dan ancur dari FF author yang lain. Mian kalau ceritanya gak nyambung atau kata-katanya gak pas! Mian juga karena ini ff pertama cast nya hyoyuk , mungkin masih ada beberapa nama yang gak keganti… Mohon dimaklumi yaa.. Oke langsung CEKIDOT!! Don’t forget to comment!
DANGER TYPO!
HAPPY READING!
SARANGHAE!
.
.
.
.
.
Author POV
Seorang namja berumur 10 tahun tersenyum riang melihat salju yang ia telah tunggu berbulan-bulan datang. Ia memamerkan giginya yang putih, menyambut kedatangan salju-salju itu. Matanya berbinar-binar membayangkan esok hari ia akan bermain bersama seluruh kapas-kapas putih itu bersama temannya.
Dirumah dan dikamar lain, seorang yeoja juga tersenyum, menunjukan eyesmile terbaiknya, sama dengan namja tadi, ia sangat bahagia atas kedatangan sisalju yang tak kunjung berhenti turun.
“eomma besok Taeng main salju neee, bersama oppa Lu!” Yeoja manis berumur 7 tahun yang menggemaskan itu sedang memohon kepada eommanya untuk mengizinkannya bermain salju esok hari.
“Ne boleh kok.. Sekarang Taengo tidur saja dulu, biar besok bisa main dengan semangat.” Eommanya dengan halus mengelus rambut pirang putri manisnya itu.
“Ne eomma.. Selamat malam..” Taeyeon siyeoja manis itu mencium pipi eommanya dan segera berlari menuju kamarnya.
Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur biru besar dikamar nya yang juga serba biru. Ia menatap langit-langit kamarnya, dan terus bekerja keras untuk tidur. Matanya sesekali tertutup kemudian terbuka lagi, rasanya sulit sekali untuk tidur jika esok ada hari yang sangat dinanti-natikan.
“Taengooo ayolaahh kau harus tidur, ayoo tidur.” Taeyeon sigadis manis itu terus berusaha memejamkan matanya untuk dapat terlelap di alam mimpi.
Sedangkan dikamar lain Luhan juga tak bisa tertidur. Sama dengan Taeng ia terlalu senang dan terlalu bersemangat untuk bermain esok hari.
“Mata tidurlah… Tidur….” Luhan juga terus bekerja keras agar ia dapat tertidur.
Ya, sindrom para anak-anak jika esok hari bersalju adalah tak ada anak yang sabar menantikan hari itu, dan akhirnya mereka tak bisa tidur. Terutama jika hari itu ia puaskan bermain bersama teman dekatnya. Contohnya adalah seorang namja dan yeoja kecil yang sedang berusaha tidur ini, Taeyeon dan Luhan sahabat dekat yang tidak bisa dipisahkan.
THE LAST SNOWMAN
Pagi yang mereka nanti-nanti pun telah tiba. Seorang namja yang tadi malam kesulitan tidur itu sudah siap dan rapih untuk bermain, mantel berbulu tebal serta scarf sudah ia kenakan. Ia berlari dari rumahnya menuju rumah sahabat dekatnya itu dengan semangat.
“Waaahh Pagi dimusim dingin yang indah!” Luhan berhenti sejenak terpana melihat seluruh penjuru kota yang dipenuhi benda putih halus nan menyenangkan itu.
Kemudian ia berlari kembali menuju rumah sahabatnya yang kira-kira berjarak 1 kilometer dari rumahnya, sambil menenteng bungkusan plastik biru berisi topi dan scarf untuk manusia salju yang nanti akan mereka buat.
Sesampainya didepan rumah besar bertingkat 2 itu, ia segera mengetuk pintu rumah itu berulang kali dengan semangat, karena ia benar-benar tak sabar untuk bermain.
KNOCK! KNOCK!
“Taeng ini aku Lu Oppa keluarlah… Mari kita bermain…”
KNOCK! KNOCK!
Sekali lagi ia mengetuk pintu itu. Dan keluarlah Taeyeon dengan mantel dan topi berbulunya dari dalam rumah.
“Kyaaa Kyeopta! Neomu yeppoda!” Luhan terpanah melihat hari ini sahabat yang I a anggap sebagai adiknya sendiri nampak sangat cantik dan manis.
“Gomawo oppa.. Oppa bisa saja..” Taeng memukul lengan Luhan pelan, pipinya merona merah.
“Oppa aku sudah bawa wortelnyaaaa! Oppa bawa topi dan Scarf nyakan?”
“Ne oppa bawa kok! Kajaa pallii oppa tidak sabar membuat manusia salju..”
Dua anak kecil itu berlari menuju taman kota yang dipenuhi banyak anak-anak dan tentu juga dipenuhi banyak salju. Suasana ditaman kota sangatlah ramai dan menyenangkan.
“Kita buat disana saja Taeng!” Luhan menunjuk tempat dekat gundukan salju yan cukup besar. Tempat itu cukup sepi, jadi mereka bisa membuat manusia salju yang besar disana.
“Ne oppa kajja!”
Dengan semangat kedua anak kecil itu membuat manusia salju. Tak kenal rasa lelah, itu semua sudah terbayar atas kesenangan yang mereka lakukan.
“Cari ranting disana Taeng!” Tunjuk Luhan mengarahkan Taeyeon kesebuah pohon cemara besar, dengan banyak ranting yang berjatuhan disekitarnya.
Taeyeon segera berlari kearah pohon itu dan mengambil dua ranting yang ada dibawah pohon, dan segera menyerahkan nya kepada Luhan.
“Ini oppaa…. Sekarang giliran oppa mencari kerikil!”
Luhan meraba-raba jalan setapak taman yang dipenuhi salju.
“1… 2…. 3….. mana lagi kerikilnya Taeng?? Bantu aku disini! Cari dua lagi!”
Taeyeon ikut membantu mencari kerikil. Para orang-orang ditaman melihat mereka dengan tatapan lucu. Ya, mereka kedua sahabat yang sangat akrab, rukun dan menggemaskan.
“Aku menemumakan dua lagi oppa!” Taeyeon berteriak senang sambil menunjukan dua kerikil yang ia temukan tadi.
Luhan mengangkat jempolnya, isyarat bahwa ia ingin mengatakan “Taeng Hebat!” Mereka berduapun kembali asyik menghias manusia salju yang sedari tadi susah payah mereka buat.
“Letakan matanya disana… Aku akan memasang kancingnya.” Setiap tahun mereka akan asyik melakukan hal seperti ini. Membuat dan menghias manusia salju. Rasanya musim dingin tidak akan lengkap jika melawatkan hari tanpa membuat manusia salju.
“Tinggal hidungnya oppaaaa!” Taeyeon tersenyum gembira memberi eyesmile kepada sahabat yang ia diam-diam sukai.
“Ne! Biar oppa saja yang pasang, mana wortelnya?”
Taeyeon menyerahkan wortel yang ia letakkan dekat gundukan salju. Luhan pun meletakkan nya di wajah manusia salju yang mereka buat.
“Waaaa Daebak! tapi kurasa ada yang kurang oppa, apa ya?” Taeng dan Luhan sibuk berpikir apa yang kurang dari manusia salju yang mereka buat.
“Aha!” Eunhyuk berlari menuju plastik biru yang ia bawa dari rumah, dan mengeluarkan seluruh isi yang ada didalamnya.
“Ini yang kurang Taeng..” Luhan memakaikan scarf dan topi yang ia bawa dari rumah.
“Kyaaa! Manusia salju paling keren yang pernah kita buat sejak usia 4 tahun! Setuju?”
“Ne! kau benar!”
Kedua anak kecil itu tertawa gembira, bahagia sekali mereka bisa menghabiskan waktu mereka bersama terus seperti ini. Tak ada musim salju yang mereka lewati tanpa membuat manusia salju bersama.
“Apa kau lapar Taeng?”
“Ne! sangat…”
Luhan menyodorkan bekal yang ia bawa dari rumah.
“Ada dua roti, satu untukmu dan satu lagi untukku!” Senyumman dan kebaikan itulah yang membuat Taeyeon sangat menyayangi Luhan.
“Gomawo oppa..” Taeyeon mengambil sepotong kue cokelat itu dan kemudian langsung memakannya dengann lahap.
“Hahaha kau sangat rakus, kau lapar ya? Mau punyaku?” Dengan ramah Luhan menawarkan roti bagiannya.
“Aniyooo, oppa pasti juga lapar, makan sajaaa aku sudah kenyang kok. Lihat perutku sudah jadi buncit hehehe.” Dan tawa itulah yang membuat Luhan sangat menyayangi Taeyeon, namun hanya sebatas adik saja, Luhan tak tau perasaan yang Taeng miliki lebih besar daripada yang ia milikki, Taeyeon menyimpan sebuah keinginan yang lebih besar lagi kepada namja tampan itu, bukan hanya sebatas menjadi sahabat maupun adik.
THE LAST SNOWMAN
Taeyeon dan Luhan sudah beranjak besar, kini Luhan sudah menginjak umur 17 tahun sedangkan Taeyeon menginjak umur 14 tahun. Baru saja kemarin mereka melakukan ritual wajib setiap musim dingin, ya! Apa lagi kalau bukan membuat manusia salju. Seperti biasa Taeyeon yang membawa hidung wortelnya dan Luhan akan menyiapkan scarf dan topinya.
Mereka sudah beranjak dewasa, mereka mulai mengerti soal cinta, menulis diary, memiliki yeoja ataupun namja chingu, mereka sudah mulai mengenal itu semua.
Taeyeon siyeoja manis pemilik eyesmile terindah itu masih menyimpan keinginan besar menjadi pendamping namja yang ia idami itu, siapa lagi kalau bukan Luhan. Berbeda dengan Luhan yang sampai sekarang menganggap Taeyeon hanya sebatas adiknya saja, iapun belum menyadari keinginan Taeyeon menjadi pasangannya.
Taeyeon rutin tiap malam sehabis belajar untuk menyempatkan diri menulis diary. Sejak umur 10 ia mulai sering berkutak dengan pensil dan buku yang dipenuhi mimpi, curahan hati serta keinginannya itu. Seperti malam ini ia kembali mencurahkan isi hatinya dalam goresan tinta hitam dibuku diarynya.
Dear my snowy..
Masih sama seperti biasanya topik yang selalu kuceritakan padamu. LUHAN namja yang selalu kuidamkan menjadi pasanganku. Mungkin aku masih terlalu muda, tapi apa salahnya yeoja berumur 14 tahun ini memiliki cinta? Tidakkan… Biarkan aku bermimpi, biarkan aku mencoba, biarkan aku selalu ada didekatnya.
Aku rasa ia tak peka dengan apa yang kurasa, tapi aku berharap tak begitu. Kuharap dia tau, tau apa yang kurasa, memiliki rasa yang sama denganku. Tak mungkin aku selalu mengintipnya dari belakang tiang setiap hari. Bukan malu, tapi kesal, banyak sekali yeoja yang menghinggapinya. Kuharap tak satupun yang membuatnya tertarik..
Tak salahkah jika aku menyukai sahabat masa kecilku? Kurasa tidak! Kuharap juga begitu. Aku bimbang, dia mengganggapku apa ya? Apa hanya sebagai adiknya? Kuharap tidak, aku memiliki perasaan yang lebih besar dari itu.
Kurasa cukup untuk malam ini snowy
Sudah terlalu lelah untuk menulis -taeyeon

Ia tutup buku diary merahnya lalu ia letakkan kembalii ditempat penyimpanan rahasianya.
“Mimpi indah Taengooo..”
Taeyeon segera merebahkan tubuh diatas kasur dan kemudian segera terlelap didalam alam mimpi.
6 tahun kemudian….
Taeyeon POV
Aku dan sahabat dekatku Sunny sedang berada dikampus oppa Lu mengajar, ia menjadi dosen sekarang di sebuah universitas ternama diKorea. Apa yang ingin kulakukan? Aku hanya ingin melihat wajahnya saja kok!
“Kenapa kau harus mengumpat diam-diam seperti ini huh?!” Sunny yang agak kesal selalu menemaniku setiap pulang sekolah mengomel, itulah yang ia lakukan jika aku memintanya menemaniku kekampus oppa Luhan.
“ssstt… berisik kau! Kau taukan kalau aku mengaguminya..”
“Ya aku tauu sahabat terbaikku.. tetapi kenapa tidak langsung kau samperin saja sih? Takut? Malu?” Sunny memang sahabat terbaikku dan sahabat ku yang paling bawel.
“Aku takut mengganggunya sunn.. Apa kau tak liat ia sedang mengobrol dengan teman-temannya disana?”
“Yaa aku liat… Terserah kau sajalah Kim Taeyeon, tapi bagaimana kisah cintamu mau bangkit kalau begini caranya. Kau sih penakut!” Sunny mencibirku dan meledekku, yaaa aku sudah kebal dengan itu.
Sudah beberapa menit kami berada disitu, aku sudah tak tahan dengan ceramahan sahabatku ini. Maka itu kurasa kusudahi saja melihat oppa Luhannyaa, aku memutuskan mengajaknya jalan-jalan ke café dekat sini , lagipula aku juga ingin curhat dengannya.
Sesampainya di café…
“Kau ingin pesan apa sun?”
“hmmmm cappucino latte saja..”
“dua cappuccino latte yaa..” ucapku kepada sang pelayan disebelahku.
Setelah kami memesan pelayan itupun meninggalkan kami, dan akupun mulai meluapkan isi hatiku kepada yeoja didepanku.
“Sun.. apa menurutmu Luhan oppa menganggapku lebih dari yeoja lainnnya? Kuperhatikan banyak sekali yeoja yang dekat dengannya.” Dengan lesu aku memulai perbincangan.
“Kurasa ia lebih mengutamakanmu Taeng.. Buktinya saja ia masih selalu menyempatkan waktunya untuk membuat manusia salju saat musim dingin bersamamu, itu pembuktian yang kuat.” Ucap sunny. Jawabannya membuat hatiku tenang dan lega.
Sebelum aku melanjutkan kata-kataku pelayan datang dan membawakan pesanan kami berdua.
“Gomawooo” Ucap kami bersamaan setelah dua cup cappuccino latte itu ia letakkan dimeja kami.
“Baik kulanjutkan ne… Menurutmu ia menganggapku sebagai siapa sun? Sebagai adiknya saja atau lebih?”
“hmm ini sulit, kurasa hanya ialah yang bisa menjawab pertanyaan ini. Kalau tidak, bagaimana jika kau tanyakan saja?”
“apa kau gilaa, tentu aku malu..”
“Yaaa kalau kau benar-benar ingin tau apa salahnya mencoba, yakan?”
“hmm Kurasa itu benar sun.. Baiklah kucoba!”
“Itu baru yeoja kesayangankuuu…” Sunny menunjukan eyesmile terbaiknya untukku. Ia benar-benar sahabat terbaikku, tapi…
“Tapi kapan aku menanyakannya?”
“Hmmm…. Beberapa hari lagi saljukan??”
“Yaa sekitar 2 hari lagi..”
“Aku tauu, pasti kau nanti akan menjalankan ritualmu bersamanyakan? Nah! Disitulah waktu yang tepat untuk menanyakan hal tersebut.”
“Ide bagus! Gomawo sunnyyyy.. SARANGHAE”
“ne cheonma.. Pokoknya aku selalu mendukungmu Taengoo Hwaiting!!”
“Gomawo sun! Bagaimana dengan kisah cintamu dengan Xiu huh?!”
“Aiiisshh jangan begituuu aku maluu”
Cukup lama kami berbincang, hingga akhirnya pukul 5 sore kami kembali kerumah kami masing-masing. Sebagai tanda terimakasih karena sunny telah membantuku mencari solusinya kopi tadi aku yang traktir.
Ya, aku sangat menantikan 2 hari lagi. Aku tak sabar menanyakan hal itu kepada Luhan oppa. Aku juga tak sabar membuat manusia salju lagi bersamanya seperti tahun kemarin.

2 hari yang kunantikan tiba…

Hari ini, hari minggu yang bersalju, aku tak sabar pergi ketaman kota bersamanya, bersama namja yang sangat kuidamkan, siapa lagi kalau bukan oppa Luhan. Aku juga sangat ingin dan sangat penasaran akan jawaban oppa Lu nanti soal statusku dimatanya.
Segera aku bangkit dari tidurku dan menelfon oppa Luhan. Aku mencari namanya didaftar kontak, dan akhirnya ketemu!
“yeoboseyo.. oppa! Mari kita membuat manusia salju seperti biasa ditaman kota!” Dengan antusias aku membuka telewicara itu.
“Mian Taengoo oppa sibuk mengoreksi skripsi murid-murid oppa.. Mungkin besok tak apa nee??” Jawaban mengecawakan itu lah yang aku dapatkan dari namja diseberang telepon.
“aa..ah.. Ne oppa tak apa.” Dengan lesu aku menjawab.
Telewicara itupun selesai dengan singkat dan mengecewakan. Ya, mungkin masih ada kesempatan besok. Tapi entah mengapa hatiku sangat sedih, padahal masih banyak waktu untuk membuat manusia salju. Kurasa ini karena oppa yang menolak tawaranku, selama ini oppa tidak pernah sekalipun menolak ajakanku membuat manusia salju, biasanyapun ia yang mengajak bukan aku.
Untuk mengungkapkan kekecewaanku ini lebih baik aku mengundang Sunny kesini untuk menjadi teman curhatku.
“Yeobeseyo sun.. kemarilah cepat, aku ingin curhat denganmu!”
“Ne! Aku segera datang.”
Untung saja aku masih memiliki sahabat seperti dia, yang bisa menjadi teman curhatku kapanpun dan dimanapun. Dia juga selalu mendukung dan membantu percintaanku
Sekitar 15 menit aku menunggu, dan kini aku sudah mendengar suara mobil didepan rumahku. Aku segera berlari kepintu dan membukanya. Kulihat Sunny tengah keluar dai mobil yang namja chingunya kendarai.
“Gomawo Umin!”
“Apapun untukmu noona!”
Romantis sekali dua sejoli didepanku ini, aku hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua. Kenapa percintaanku toidak sebaik mereka ya? Aku cemburu. Mungkin ini karena aku yang terlalu penakut mengungkapkan cinta, tidak seperti Sunny yang sangat pemberani, aku banyak belajar darinya.
“Kau tidak mampir Xiu..?” Tanyaku menawakan.
“Aniyoo, gomawo noona!” Xiumin segera menancap gasnya dan segera pergi meninggalkan rumahku. Sunnypun segera masuk kedalam setelah kupersilahkan. Kami masuk kekamarku dan aku segera memulai pembicaraan.
“Tidak repotkan kalau kamu harus menemaniku ngobrol disini?”
“Tenang saja.. apa sih yang merepotkan untuk sahabat terbaikku ini..??” Aku tersenyum manis, dia memang sahabat terbaik.
“gomawo sun.. Kau sangat serasi dan dekat yaa dengan Xiumin, aku cemburu, cinta ku tak sesukses dirimu..”
“Aku yakin suatu saat kamu pasti mendapatkan dan menemukan cinta sejatimu Taengoo..”
“gomawo sun.. Aku ingin curhat, aku kecewa dengan Lu oppa, ia tak bisa membuat manusia salju bersamaku..”
“Waeyo..?”
“Katanyasih.. oppa sibuk mengkoreksi skripsi muridnyaa..” Setelah mendengar itu Sunny menjitak keningku tapi dengan pelan.
“Yak! Kau pabo! Itu kan karena ia sedang sibuk kau harus mengerti.”
“Nee aku tau, tapi rasanya ia berbeda biasanyakan ia yang mengajakku membuat manusia salju, walau terkadang aku yang mengajaknya tapi selalu dituruti, tapi sekarang dia berbeda.”
“Kurasa ia sedang sibuk-sibuknya saja Kim Taeyeon, positif thingking sajalah..”
“Ne kau benar sun.. Mungkin aku saja yang mikirnya terlalu muluk-muluk.”
Aku dan Sunny pun asyik mengobrol dikamarku, membicarakan tentang banyak sekali hal. Hingga jam 5 ia pamit pulang. Aku menanti hari esok aku yakin oppa pasti bisa membuat manusia salju bersamaku, seperti apa kata Sunny, positif thingking!

THE LAST SNOWMAN

Aku bangun dari tidurku yang lelap, cahaya masuk melalui jendela kamar yang berada disampingku. Dengan semangat yang membara-bara aku mandi dengan cepat, dan segera menelfon oppa Luhan untuk mengajaknya ketaman bersama melakukan ritual tiap tahun kami. Dan aku masih ingin menanyakan tentang statusku itu.
“Yeoboseyo.. oppa..” Aku memulai telewicara tersebut.
“ne Taeng.. waeyo?”
“Kita ketaman kota ne! melakukan ritual setiap tahun kita oppa!”
“mm… Mian Taeng aku ada urusan.”
“Oooh ne tak apa oppa.”
Dengan lemas aku menjawab dan segera menutup telefon, ini kedua kalinya ia menolak ajakan ku, dan ini kedua kalinya juga aku kecewa dengannya. Kurasa aku tidak bisa berpositif thingking lagi.
Dengan lemas aku mengambil mantelku dan segera mengenakannya. Aku pergi keluar, ya, aku memutuskan untuk pergi ketaman sendiri, membuat manusia salju sendiri, kurasa itu akan menghibur diriku.
Kulihat dijalan banyak pasangan yang sedang bermesraan didinginnya salju. Cafetaria dipinggir kota Seoul ini juga dipenuhi dengan pasangan-pasangan yang sedang asyik bercanda gurau sedangkan aku? Aku hanya sendiri.
Tak lama kemudian aku sampai ditaman yang kutuju. Aku mencari tempat kosong untuk membuat manusia salju. Dan ketika itulah aku terkejut akan apa yang aku lihat.
“oppa…”
Aku melihat seorang namja sedang bermesraan dengan seorang yeoja cantik berambut panjang. Namja itu adalah Luhan oppa! Itu sungguh sesuatu yang sangat menusuk untukku.
“Jadi ini urusan penting yang oppa lakukan? Oppa sudah berubah..”
“Taengoo.. ”
Dengan cepat aku berlari menuju rumah dengan wajah yang merah dan dengan mata yang tak hentinya mengeluarkan tangisan. Liquid bening itu rasanya tak ingin berhenti keluar dari mataku.

Aku mendapat banyak sekali sms dari oppa Luhan.
‘Taeng maafkan oppa berbohong..’
‘Maafkan oppa, oppa tak sempat memberitahumu kalau oppa sudah memiliki seorang yeoja chingu.”
“Mian Taeng kau pasti kecewa dengan oppa.’
‘mian, oppa hanya mengangap mu sebatas adik oppa saja..’
Sekarang aku sudah tau statusku dimatanya. Ya aku mengerti oppa, ya memang kurasa aku yeoja bodoh, aku mengharapkan sebuah cinta kepada seseorang yang bahkan hanya menanggapku adiknya. Kau bodoh, bodoh, bodoh sekali Taeng..
Tahun lalu tahun terakhir kami membuatnya
Terakhir kali kami bertatap riang
Tahun dimana kami bersenang-senang dengan kapas putih itu

Dingin yan menjadi hangat bersamamu
Sedih yang menjadi riang denganmu
T’lah hilang begitu saja

Senyum nakal yang kita ukir
Tawa canda yang kita lontarkan
Kini hanya tersisa kenangan

Sihidung oranye mancung
Perut buncit berisi
Tangan ranting yang kokoh

Topi rajutan dikepalanya
Senyum ramah dari kerikil
Manusia salju yang setiap tahun kami buat

Tahun lalu tahun terakhir
Manusia salju terakhir
Kenangan indah bersamanya

.
.
.
.
.
FIN!
A/N: Selesai juga FF yang satu ini, oke diharap comment dan likenya yaaa gomawo ^.^

 

Ahjussi {Part1}


Title : Ahjussi

Lenght : Mini-series

Genre : Romance, School life, Humor (maybe)

Rating : Teen

Author : Kang Eun Kyung

Main Cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other Cast : Im Yoona, Lee Donghae, Lee Hyukjae

Disclaimer : Ini ff pertama pure karangan aku. Sebelumnya aku udah buat ff versi Kyuyoung berdasarkan game dan komik. Dan fuala *jeng jeng* jadilah ff kyuyoung pertama hasil kerja keras otakku. Jadi jangan berani-berani memplagiat ff ini /siapa juga yang mau thor/. Karena banyak pergolakan batin dan otak saat membuat ff ini.

Note : Maaf atas typo yang bertebaran, cerita yang aneh, dan cerita yang tidak sesuai harapan kalian. Dan ide cerita ini banyak terinspirasi dari novel yang pernah aku baca. Aku harap kalian bisa menghargai karyaku ini. Semoga kalian suka ya^^

Baca lebih lanjut

Sakura Love chapter 1


Gambar

Tittle: Sakura Love Chapter 1

Genre: Romance, life, hurt

Author: Lee Sinhyo

Main cast: Lee Sunny , Oh Sehun , Suho , Yoona

Other cast:  Other find by your self okay!

Disclaimer: Hey para readers, FF pertama keluar, .Mian kalau ceritanya gaje seperti biasanya, namanya juga pemula. Yasudah kita langsung cekidot aja deh tidak usah berlama-lama. Selamat membaca readears yang kece

.

.

.

.

.

.

“Hey there…”

But you don’t hear it

“I LOVE YOU”

But you don’t love back

“Lets hang out”

But you don’t care

“Forgot me”

And that was what  you say

You make my heart break

You make me feel sad

You make me can’t sleep

It because I LOVE YOU

Malam itu aku berjalan sendirian menyusuri jalan setapak disalah satu taman di kota Tokyo. Malam ini salju mengguyur kota Tokyo dengan tenang dan indah. Malam ini suasana tenang , berbalut dengan hawa dingin yang berhembus perlahan. Kurekatkan jaketku untuk menghangatkan tubuhku. Malam ini aku sedang merenung, merenungkan kepergian seseorang yang kucintai. Dia adalah pacarku, wanita berparas elegan nan cantik yang membuat hatiku terpanah olehnya. Tetapi Im Yoona sudah terlanjur mencabik-cabik hatiku. Begitu teganya dia pergi begitu saja meninggalkanku, wanita cantik itu sudah memiliki lelaki yang lebih baik dariku. Aku mencoba tabah tapi sangat susah, hal-hal yang kami lewati terus terngiang di otakku. Aku menggigit bibirku dengan kencang, mengaratkan pelukan hangat jaketku serta menahan air mata yang meronta untuk keluar. Mataku mengerjap sekitar, mencoba memperhatikan hal lain yang berada ditaman itu. Dan kedua mataku menemukan seorang wanita terduduk di bangku taman, menghadap kesebuah pohon sakura yang sudah tak berbunga lagi karena tertimbun salju. Ia mengenakan gaun putih dilengkapi  kepangan rambut coklatnya yang indah,  ia terlihat sungguh manis. Untuk melupakan masalah yang menimpaku aku lebih baik mengobrol denga wanita manis itu, mungkin beban pikiranku akan terlupakan.

Aku mendekati wanita itu perlahan, saat aku melihat kearahnya matanya sangat sembab, wajahnyapun terlihat cukup pucat.

“Malam….” Aku mulai membuka perbincangan, dan segera duduk disebelahnya.

“Ne.. malam” Wanita manis itu menjawab lesu, dengan menggunakan bahasa Koreanya yang fasih.

“hmmm Korea ya… Anyyeong Sehun imnida.” Aku mencoba bersikap ramah dengan mencoba sedikit-sedikit menggunakan bahas korea. Ia memandangku lalu membalas jabatan tanganku, kesedihan yang ia rasakan rasanya tak terlihat saat ia menyunggingkan senyumnya.

“Ne aku Korea, anyyeong Sunny imnida.. Kau juga Korea ternyata.” Kemudian ia berbalik lagi memperhatikan pohon sakura tak berbunga didepannya.

“Aku bukan Korea noona aku hanya bisa berbahasa Korea,aku asli Jepang. Oh ya.. Ada apa noona malam-malam berada disini, memakai pakaian rapih pula.. Lalu kenapa noona bermata sembab?” Aku membiasakan berbicara Korea terhadap wanita disebelahku ini agar ia lebih nyaman berbincang denganku.

“Ooh kukira kau juga Korea. Untuk pertanyaan mu tadi mmm.. aku tak apa Sehunnie.. Tak apa.” Jawabnya singkat kemudian menggelengkan kepalanya berkali-kali kemudian menundukan kepalanya lesu, sepertinya ada yang ia sembunyikan.

“Kalau kamu untuk apa datang malam-malam begini ke taman..?”

“Aku sedang mencoba menghibur diriku noona..” Kembali masalah itu teringat di otakku.

“Ada apa denganmu?  Apa kau memiliki masalah Sehun?”

“Ne noona, ada 1 masalah dan membuatku sangat sedih.” Aku kembali menahan air mataku, aku namja yang terlalu cenggeng.

“Waeyo?” Noona Sunny bertanya lembut menghadapkan wajahnya kearahku.

“pacarku maksudku yeoja chinguku menghianatiku noona..” Jawabku lesu, kemudian aku menundukan kepalaku. Noona mulai mengucapkan beberapa kalimat lagi.

“Noona rasa kau sangat mencintainya. Begitupun dengan yang noona rasakan Sehun, mengapa noona berpakaian rapih karena noona baru saja ingin bertunangan, tapi tunangannya begitu saja batal, batal total.” Noona mencoba tersenyum, senyumannya sangat indah.

“Sabar noona, aku takjub melihat noona, noona benar-benar yeoja yang kuat masih biasa tersenyum semanis itu tidak sepertiku, namja cenggeng. Baru saja ditinggal yeojachingunya saja sampai menangis seperti ini, bahkan noona aku sampai tak ingin datang ke pertunangan hyung kusendiri karena terlalu sedih. Aku benar-benar bodoh.”

“Kau harus belajar dari pengalaman. Kalau sudah tau seperti itu kau tidak boleh melakukannya lagi ne!”

“Ya! noona arigato.. maksudku gomawo..” Aku masih tersendat-sendat mengucapkan kosa kata-kosa kata Korea. Noona mengangguk mantap dan kemudian menyunggikan senyumnya setelah mendengar aku mengerti atas nasihat yang ia bilang.

Kami asik mengobrol, membicarakan sangat banyak topik, tentang cinta, persahabatan bahkan sampai makanan kesukaan. Hingga noona tertidur lelap dipundakku.

“Noona..” Kutatap wajah imutnya, noona sudah tertidur lelap. Aku tidak tega membangunkannya. Tetapi akukan tidak tau dimana rumahnya, aigoo bagaimana ini? Haruskah aku membawanya pulang kerumah? Ya aku bawa saja noona pulang kerumah daripada harus kutelantarkan disini sendirian, itu bisa menjadi alasanku nanti kepada noona.

SAKURA LOVE

Aku sampai didepan rumahku yang tidak berpenghuni. Keluarga yang lain  berada di negara lain di negara Korea tempat kakak bertunangan. Keputusanku tak ingin ikut kepertunangan hyung adalah pilihan yang tepat, jika aku ikut aku tidak akan bertemu noona. aku segera masuk kedalam rumah mewahku itu. Langit malam belum berhenti menurunkun salju. Aku merebahkan tubuh noona keatas ranjang di kamar tamu tepat sebelah kamarku. Aku belum pernah bertemu seorang yeoja yang langsung bisa mempesonakan hatiku secepat ini sebelumnya. Ya, kecuali Im Yoona dan sekarang ada wanita yang lebih mempesona bagiku. Kumatikan lampu dan kemudian berjalan perlahan menuju kamarku, agar tidak membuat tidurnya terganggu.

Sunny POV

Aku terbangun dari tidurku yang lelap, membuka mataku dan kemudian tercengang dengan keadaan sekitarku. Dimana aku? Aku turun dari ranjang putih besar diruangan yang juga bernuansa putih itu. Aku kemudian langsung keluar dari ruangan itu, dan menemukan sebuah pintu disebelahku bertuliskan “Sehun Room” Kuketuk perlahan sambil memanggil nama namja yang baru kukenal tadi malam itu.

“Sehun.. Sehun..” Namanya terucap beberapa kali karena sipemilik nama belum juga membuka pintunya. Hingga namanya tersebut 3 kali ia baru membuka pintu kamarnya. Terlihat sseorang namja dengan kaus hitam oblong dengan menggunakan celana piyama keluar dari kamar.

“Ooh noona sudah bangun, kalau begitu noona bersihkan saja diri noona dulu. Bibi..” Seorang pelayan datang membawakan handuk, kemudian memberikannya untukku.

“Pakaian noona nanti akan diantarkan bibi kok, semuanya sudah siap hari ini kita jalan-jalan ne!” Sehun tersenyum sambil menunjukan jari jempolnya.

“Oooh ne baiklah, gomawo Sehun mian jadi merepotkanmu.” Aku langsung kembali kekamar yang tadi kutempati dan segera membersihkan diri. Benar saja setelah selesai mandi sudah ada pakaian cantik plus mantel yang cukup tebal terletak diatas tempat tidurku. Selesai berpakaian aku segera keluar dari kamar terlihat Sehun juga baru keluar dari kamarnya. Pakaian santai menjadi pakaian nya hari ini.

“Noona sangat cantik..” Ujarnya terpesona.

“Gomawo,. begitu juga denganmu kau sangat tampan.”Aku tersenyum senang, Sehun kemudian langsung menggengam tanganku dan menarikku keluar rumah. Perjalanan berjalan kaki di pagi yang dingin ini sungguh menyenangkan , beberapa kali Sehun melontarkan lelucon-leluconnya. Dia juga memudahkanku, memudahkan apa? Memudahkanku berkomunikasi dengannya ternyata bahasa Koreanya cukup fasih Rasa sakit yang kupendam perlahan mulai hilang, rasa sakit yang sangat dalam itu bisa hilang secepat ini karena bertemu dengannya.

“Sampai..” Sehun berhenti di taman tadi malam kami bertemu. Tapi keadaan taman di pusat Tokyo ini tak lagi sepi seperti tadi malam melainkan ramai dan terkesan mengasyikan. Banyak anak yang bermain salju disini, ada banyak pasangan, ada banyak penjual juga ditaman ini. Kemudian Sehun menarikku ke salah satu penjual takoyaki di tepi taman.

“Noona kubelikan takoyaki ya? maukan?”

“Ne boleh saja.. gomawo sehun.”Senyumku menggembang memamerkan gigi putihku yang rapih. Setelah pesanan Sehun bayar kami berdua duduk tepat di bangku yang tadi malam kami duduki. Tapi dengan suasana yang berbeda, tadi malam terselubung kesedihan berbeda dengan sekarang terselubung penuh dengan kebahagian. Saking asyik memakan takoyakiku tak sadar saus takoyaki terciprat kehidungku.

“Noona lucu hidung noona penuh saus sini kubersihkan.” Sehun mengusap hidungku perlahan dengan saputangannya.

“Sudah bersih.”Ia tersenyum manis menunjukan eyesmile menawannya.

“Gomawo”Mukaku memerah itu memang biasa terjadi jika ada seseorang namja memperlakukanku seperti itu. Kegiatan kami langsungkan dengan bermain seluncur, aku dan Sehun sangat menikmatinya. Kami berteriak bersama kemudian tertawa bersama sebab kami tersungkur jatuh kedalam salju. Begitulah hari ini sungguh menyenangkan, Sehun mengukir namaku dan namanya dipohon sakura penuh salju yang tadi malam kupandangi itu.

“Kau lihat ini noona, kuharap nama kita abadi terukir di pohon sakura ini.” Sehun tersenyum memandangi ukiran nama yang baru saja ia buat. Aku tersenyum bahagia begitupun dengannya namja yang baru kukenal ini, ia sudah melelehkan hatiku dengan sangat cepat.

Sorenya kami mengakhiri hari yang lelah ini dengan pergi ke café. Memesan dua cokelat hangat kemudian duduk dekat perapian yang tersedia di café tersebut. Pengunjung disini cukup ramai, kebanyakan dari mereka adalah sesosok pasangan yang sedang asyik mengobrol. Sore ini salju sudah berhenti turun, tetapi hawa diluar sana masih cukup dingin dan masih cukup kuat untuk membuat seseorang flu bahkan hawa dingin itu masih kuat juga untuk membuat seseorang demam. Aku meyeruput perlahan coklat panasku yang ternyata sangat lezat itu.

“Noona, rumah noona dimana?” Sehun membuka pembicaraan dengan pertanyaan tersebut. Aku tersedak, kemudian segera mengelap mulutku. Sehun agak sedikit panik karena aku yang tiba-tiba saja tersentak begitu.

“Ada apa noona?”

“tidak.. rumahku ya, rumahku di Korea.” Aku menjawab sambil mencoba menjawab dengan selancar-lancarnya .

“Korea? Tapi bagaimana bisa noona berada di Jepang? Sedang liburan?”

“Apakah aku harus bilang kalau karena pertunanganku gagal aku segera lari meninggalkan gedung aku menaiki bus tak tau arah kemana bus itu menuju, hingga aku sampai di stasiun kereta dan jadwal kereta luar kota terakhir adalah jepang, dan aku nekat menaiki kereta itu..” Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, karena aku tak sadar menceritakan cerita yang sebenar-benarnya terjadi. Sehun melongo mendengar penjelasanku yang berbelit dan nekat itu.

“ya ampun…. bagaimana bisa noona seperti itu? Benarkah, jinja jinja?”

“Ne noona benar-benar melakukannya Sehunnie..” Aku meyakinkannya yang masih tak berhenti melongo.

“kakak juga maksudku hyung juga bertunangan di Korea noona, itu karena yeoja chingunya berdarah Korea maka itu mereka bertunangan disana, dia sangat beruntung memiliki yeoja chingu yang tak menghianatinya. Aku iri degannya..”

“Kebetulan sekali ya, hyung mu baru saja bertunangan sepertiku, bertunangan sama-sama diKorea lalu aku bertunangan dengan namja Jepang dan hyungmu bertunangn dengan yeoja Korea jangan-jangan..? Siapa nama hyungmu? Dan siapa nama yeojachingunya?”Aku menerka-nerka siapa tau hyungnya adalah tunangnku yaitu Suho, aku takut jika Sehun benar-benar memiliki hyung yang ternyata Suho.

“Namanya Joonmyun kalau yeojachingunya aku tidak tau hyung orangnya sangat tertututp kepadaku.” Aku bernapas lega, untungnya dia bukan Suho. Aku menjawab dengan hanya membentuk “OH” dimulutku, kemudian kembali meyeruput cokelat panasku yang terbengkalai sedari tadi.

Setelah asyik berjalan-jalan hari ini, akhirnya kami memutuskan pulang karena hari sudah cukup malam. Diperjalanan pulang saat kami menaiki bus suasana terkesan ramai. Aku tak pernah kehabisan topik berbicara dengannya. Mala mini Tokyo terlihat sungguh indah. Lampu disepanjang jalan menyala terang menghiasi jalan raya Tokyo yang cukup sepi malam ini.  Aku memliki segudang pertanyaan untuk Sehun dan syukurnya Sehun juga punya segudang jawaban untuk menjawab seluruh pertanyaanku. Perjalanan hari ini memang benar-benar menyenangkan, sampai aku teringat kembali dengan kenangan-kenangan yang aku dan Suho alami. Aku menundukan kepala, menyembunyikan wajahku yang kusut karena kembali teringat dengan masalahku.

“Ada apa noona?” Tangan Sehun mengelus kepala perlahan dengan penuh kasih saying.

“Aku tak apa Sehunnie..” Aku menampakan senyum palsu yang tidak bisa diketahui kebohongannya, karena senyum itu tetap saja terpandang manis waalau sebenarnya hanya aktingku saja.

Bus berhenti di halte tempat tujuan  kami. Kami segera beranjak dari tempat duduk dan segera keluar dari bus. Hawa dingin mulai menggeliat menyusup kedalam mantelku, aku segera merapatkan pelukan mantelku tersebut. Begitu juga dengan Sehun ia juga merapatkan jaketnya. Perjalanan jalan kaki ini bisu tak ada satupun yang berbicara kami sibuk menahan dingin yang menusuk, hingga kami sampai didepan rumah mewah Sehun.

“Wah.. Hyung, eomma dan appa sudah pulang. “ Sehun berseru gembira kemudian menarik diriku masuk.

“Sehunnie aku tak enak dengan keluargamu, akukan yeoja tanpa identitas. Malam ini aku kembali saja keKorea.”

“Jangan noona tinggal lah dulu..” sehun membuka pintu, dan segera menarik paksa diriku agar segera masuk ke dalam. Kulihat seorang namja tapi hanya punggungnya saja, karena dia sedang membalikkan badannya, rasanya aku sering melihat namja itu aku berpikir ragu dan terus mencoba menerka.

“Ani.. (panggilan kakak dalam bahasa Jepang) sudah pulang.” Sosok namja yang dipanggil ani oleh Sehun segera berbalik. Aku tercengang sangt tercengang.

“Sunny noona….” Ucap Suho ragu sambil melirikku bingung.

“Su.. Suhossi” Airmataku terjatuh melebur ke seluruh penjuru wajahku.

TBC………..

Mian ya jelek banget reader, mian juga kalau kependekan. Tunggu chap 2 nya yaa. Gomawo untuk readers yang comment abis baca FF abstarak ini okeh ppai ppai sampai ketemu di FF berikutnya.

[freelance] The Third Opportunity


poster TTO


Judul Cerita : The Third Opportunity | Author : @yenyen_32 | Cast : Cho Kyuhyun , Shin Hyeonmi (OC) | Rating : General | Genre : Romance | Length : Oneshoot

 

Happy reading all ^^

10 Februari

11.45 am

“Hyun-ah, kau tau, akhir bulan ini aku akan berulang tahun?” tanyaku pada Kyuhyun yang kini tengah bergelut dengan menu makan siangnya di kantin kampusku. Baca lebih lanjut

THE DOLL [chapter 3]


poster the doll ch 3

Tittle                : THE DOLL

Author             : Eeprianti (@Eeprianti)

Cast                 :

Sulli (fx)

Minho (Shinee)

Onew (Shinee)>>belum keluar

Yoona (SNSD)

Siwon (Suju)

Support cast     :

Donghae (Suju)

jonghyun (Shinee)

Chansung (2pm)

Taeyon (SNSD)

Genre              : Romance, Family, Sad

Ratting             : PG

Aurhor’s note  : hai readers?? I’m comeback….. Mian ne baru di post. Ini FF abal abal pasti udah pada lupa. Hehe kasian yang udh comment di part sebelumnya jadinya dibikinin deh. Di part ini saya mau munculin cast tambahan tapi masih belum keluar semua sih. so Check it out…
Baca lebih lanjut

(Drabble) My First Love


My First Love

Tittle : My First Love

Author : Min Mi (@MjAmalina)

Cast :

–     Choi Sooyoung

–     Cho Kyuhyun

Lenght : Drabble

Genre : Romace~

Rating : PG

Author Note : Helloo.. I’m comeback! Setelah sekian lama fakum, akhirnya nulis lagi. Ini ff comebackku, mian kalau memakai drabble, lagi menginstal ulang otak lagi, lol. Semoga kalian suka drabble kesekian saya ini. Silahkan membaca! :*

***

Autohor’s POV

First Love.. 

Semua orang beranggapan cinta pertama itu sangat mudah dialami dan akan indah pula dirasakan. Merasakan cinta pertama juga merasakan bagaimana cinta itu datang untuk pertama kalinya, karena sesungguhnya cinta pertama merupakan cinta yang akan terus kita ingat di sepanjang hidup kita nanti.

Itu yang dialami Sooyoung, menghadapi cinta pertamanya yang telah lama dia simpan. Laki-laki itu membuat Soo berani bertahan dengan perasaannya itu walau selama bertahun-tahun. Sudah lama ia mengharapkan takdir itu datang, tetapi selama apa yangia tunggu, nyatanya tak ada kenyataan yang berubah sedikit pun. Tapi, kali ini mimpinya, do’anya, semua harapannya, bercelah dan muncul seberkas cahaya menyinar untuknya, seakan sebuah pertanda baik akan keinginnannya selama ini.

***

Sooyoung’s POV

It’s my first love…

“Hari ini hujan,” sahutku untuk rintikan hujan gerimis yang membasahi jendela.
Baca lebih lanjut

My Twin Sister


Title: My twin sister
Author: Choi Eunjiminsoo a.k.a Anisa Yuni
Genre: Family, Friendship,Romance, Angst, AU, etc…
Lenght: Short Story
Rating: T
Main cast: Sooyoung snsd as Choi Sooyoung & Choi Seoyeon, Cho Kyuhyun , Shim Changmin
Other cast: Im Yoona, Kwon yuri, Lee Donghae, Kim Yesung
Summary: 2 Saudara kembar Yang memiliki karakter berbeda dan menyukai 1 namja yang sama …
Author note: Annyeong Readers semua… Ini ff ke 3 Author yang masih belum selesai.. Kkkk_____ -___- ini asli dari otak author yang rada macet ini *reader: geleng2
Semoga suka ne ma ff abal2 ini…. ^_^….. Don’t BE SIDERS, COPAS, PLAGIATOR, AND BASHING…. Jangan lupa RCL ( WAJIB) hargai Author yang membuat dan menulis ff ini…
Oklah dri pada banyak cincong… Mendingan Happy Reading…. !!

Author pov___
Seorang gadis berlari dengan tergesa-gesa menuju sekolahnya, ya gadis itu masih SMA, dengan tas ransel hitamnya,tali sepatu yang belum sempat di ikatnya, dan baju yang masih sedikit keluar, gadis itu hampir terlambat. Dia tau apa yang akan Kang Seongsaenim lakukan padanya jika dia sampai terlambat lagi. Akhirnya gadis itu sampai di sebuah gedung bertuliskan SEOUL HIGH SCHOOL, Ia pun berlari menuju kelasnya, kelas 2-3, ya dia di tempatkan di kelas bagi orang – orang yang kurang pintar, Sooyoung nama gadis itu, masuk ke dalam kelasnya.
Author pov end____

Sooyoung pov___

Hufh…. Hampir saja aku terlambat Kang Seongsaenim pasti akan menghukumku membersihkan Toilet selama sebulan *sebulan?? Ahlebaysekaligurunyatu mah..
Sooyoung pov end___

Author pov___
“Yak Sooyoung-ah…. Tumben sekali kau tak terlambat… ” Ujar sahabat sooyoung, Yoona
” Nde Yoona-ya kau taukan Kang Seongsaenim akan memberikanku hukuman yang sangat berat jika aku sampai terlambat lagi” ujar Sooyoung dengan nada sedih.
“Hahaha….kau sungguh lucu Sooyoung-ah, jika kau sedang cemberut seperti itu.” Tawa Yoona
“Yak.. Mengapa kau tertawa? Kau mau, jika aku beritahu pada Donghae sunbe-nim jika kau menyukainya??” Ancam Sooyoung yang membuat Yoona menghentikan tawanya seketika.
“Kau selalu begitu Sooyoung-ah, kau tak pernah berubah, selalu saja penuh dengan ancaman , dan keras kepala tentunya, coba lihat seoyeon, dia cantik, Rapi, Baik, Ramah, Disiplin, Pintar, banyak yang suka,ah itu pasti, karna dia adalah yeoja idaman setiap namja. Andai saja kau seperti…”
“Yak…. Bisakah kau tak bicara tentangnya sehari saja?? Telingaku sungguh panas mendengarnya…dan ah satu lagi, berhenti membeda-bedakan aku dengannya, jika kau memang ingin berteman dengannya dan tak mau berteman denganku lagi, aku tak peduli..” Ujar Sooyoung dengan wajah datar dan sorot mata penuh benci.
“Ya…Sooyoung-ah kau jangan seperti ini.. Aku kan hanya bercanda…” Ujar Yoona dengan aegyeonya.
“Ne.. Tapi aku tak mau kau membicarakannya di depanku lagi… Apalagi sampai membeda-bedakan aku dengannya… ” Ujar Sooyoung dengan nada sedikit kesal.
“Arraseo ….. Aku janji takkan membicarakan kebaikannya di depanmu”
“Yaksok???” Sooyoung mengulurkan jari kelingkingnya…
“Yaksok” ujar Yoona pasti sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Sooyoung…
Merekapun tertawa bersama.

——–SKIP——-

Di kelas 2-1…

Seorang gadis sedang termenung di bangkunya.. Dia masih memikirkan, apa yang membuat saudaranya itu membencinya, apa dia punya salah ?? Kalau iya, apa yang pernah di lakukannya kepasa saudaranya tersebut…
“Seoyeon-ah… ” Panggil sahabat gadis itu.
“Hmm??” Ujar Seoyeon memalingkan mukanya menghadap sahabatnya
“Kau kenapa lagi Seoyeon-ah?? Kau memikirkannya lagi?? Kau tak usah memikirkannya terus, aku yakin sebenci apapun Sooyoung padamu aku yakin ada sedikit rasa sayang di hatinya buatmu Seoyeon-ah…” Ujar Yuri menghibur sahabatnya tersebut.
“Tapi Yuri-ya, aku….” Belum selesai Seoyeon bicara, Yuri telah memotong omongannya.
“Aku tau Sooyoung anak yang baik dan aku yakin dia tidak akan bertahan lama untuk membencimu..” Ujar Yuri, sambil membelai rambut sahabatnya itu.
“Oh iya, katanya nanti ada anak baru yang akan masuk kelas kita” ujar Yuri antusias
“Mwo?? Jinjja??”
Seoyeon terkejut mendengarnya.. Biasanya murid baru akan di masukkan ke kelas 2-3 dahulu, jika dia pintar…dan nilai rata-ratanya sama dengan kelas 2-1 barulah dia akan di tempatkan di kelas ini, tapi murid baru itu langsung di masukkan ke dalam kelasnya?? Kelas 2-1?? Ini sungguh mustahil..
” Yuri-yaaa….” Teriak seorang gadis sambil berlari masuk kekelas 2-1 dan langsung menuju bangku Yuri dan Seoyeon
” Yoona-ya?? Ada apa , mengapa kau terlihat panik begitu..?? ” Tanya Yuri yang melihat raut panik dari sahabtnya tersebut.
“Itu… Anak baru itu… Kau tau dia itu.. CHO KYUHYUN.” Ujar Yoona dengan wajah paniknya.
“Mwo??” Teriak kedua sahabatnya yang terkejut mendengar nama itu..
“Cho Kyuhyun??” Tanya Yuri memastikan
“Ne” jawab Yoona yakin

Sementara di luar kelas tampak seorang gadis mengangkat ujung bibirnya sambil tersenyum jahat (?) Mendengar penuturan sahabatnya itu.
“Aku tak akan membiarkan kau mendapatkan, apa yang kau inginkan kali ini…

………….
TBC.. !!

Yah akhirnya selesai juga.. *lap keringat
Maaph ya kalau kependekan .. Habis mau gmana lagi aku postnya lewat HP..

Jangan lupa COMENT ne..
Gomawo ^^